Rekomendasi Paket Aqiqah Daerah Depok

Paket aqiqah depok Al-Imam at-Tirmidhir melaporkan dalam Jaami ‘(1522) tentang otoritas Samurah bahwa Rasul berkata: “Anak laki-laki (yang baru lahir) itu murtahan9 oleh aqiqahnya, yang harus disembelih untuknya pada hari ketujuh, dan dia harus diberi nama, dan kepalanya harus dicukur. ”Hadits ini merupakan bukti yang cukup bagi pendapat mayoritas ulama yang mengatakan bahwa waktu yang paling disukai untuk ‘aqiqah adalah hari ketujuh setelah kelahirannya.

Sebaliknya, jika yang ketujuh Hari berlalu dan orang tua tidak dapat berkorban untuk anak, maka mayoritas ulama telah mengatakan bahwa ‘aqiqah harus dilakukan setelah tujuh hari lagi yaitu hari keempat belas atau dua puluh satu hari dan seterusnya. Bukti dari mana mereka mendapatkan aturan sebelumnya adalah riwayat yang dilaporkan oleh Al-Imam al-Hakim (4/238) dan lain-lain bahwa ‘Aisyahid bahwa dari Sunnah sehubungan dengan’ aqiqah harus dikorbankan setelah kelahiran anak pada hari ketujuh dan jika tidak dilakukan, kemudian pada hari keempat belas a Dan jika tidak dilakukan maka pada hari kedua puluh satu.

Yang dimaksud dengan riwayat sebelumnya adalah bahwa jika aqiqah tidak dikurbankan dalam waktu tujuh hari pertama maka harus dikorbankan pada hari ketujuh setelah itu. Namun jika tidak dikorbankan pada hari keempat belas maka harus dilakukan pada hari ketujuh setelah itu yaitu hari kedua puluh satu.
Namun narasi sebelumnya lemah dan tidak dapat digunakan sebagai bukti kelemahannya.

Baca Juga: Cara Merawat Hewan Peliharaan

Imam Ibnul-Qayim yang mulia setelah menyebutkan beberapa pendapat ulama tentang kapan yang terbaik untuk melaksanakan ‘aqiqah, ia berkata: Apa yang tampak (benar) adalah bahwa (yaitu’ aqiqah) dibatasi pada itu ( jangka waktu) 12disarankan. Namun jika seseorang harus berkurban untuk (anaknya) pada hari keempat, hari kedelapan, hari kesepuluh dan sesudahnya itu sudah cukup baginya … Jadi kami mendapat manfaat bahwa aqiqah tidak memiliki jangka waktu yang terbatas seperti ketika orang tua harus berkorban atas nama anaknya.

Padahal ada sebagian ulama seperti Ibn Qudamah dalam al-Mughni (9/646) yang menyatakan bahwa ketika anak mencapai usia dewasa maka tidak ada ‘aqeeqahuponnya. Oleh karena itu yang terbaik bagi orang tua adalah mengusahakan dalam melaksanakan ‘aqiqah bagi anaknya sebelum anak tersebut mencapai usia dewasa dan Allah SWT Maha Mengetahui.

Manfaat: Jika seorang laki-laki atau perempuan masuk ke dalam kungkungan al-Islam, maka mayoritas ulama telah menyatakan bahwa anak-anak mereka yang masih kecil atau bahkan anak dalam kandungan ibunya, mengikuti orang tuanya di al-Islam. Bukti mereka untuk ini adalah pernyataan Allah: Dan mereka yang beriman yang keturunannya mengikuti mereka di Eeman, kepada mereka kami akan bergabung dengan keturunan mereka, dan kami tidak akan mengurangi pahala perbuatan mereka dalam apa pun. {at-Tuur: 21} Namun, jika kedua orang tua masuk al-Islam, maka tidak ada perselisihan antara para ulama bahwa anak mereka juga masuk al-Islam dengan mereka.14 Oleh karena itu, jika anak tersebut di bawah usia kedewasaan dan orang tuanya menerima al-Islam tidak ada salahnya berkorban ‘aqiqah15. Hal ini berdasarkan apa yang sebelumnya dikutip dari pidato Ibnul-Qayim bahwa’ aqiqah tidak memiliki tenggat waktu tertentu, dan Allah Maha Tahu.

Hal Ketiga:
Diberitakan oleh al-Imam al-Bukhari (5472) atas otoritas Salman bin ‘Amir ad-Dhabi bahwa Rasulullah SAW berkata: “Dengan anak laki-laki (baru lahir) ada’ aqiqah (untuk dikorbankan), jadi tumpahkan darah atas namanya, dan singkirkan ruginya. ”Sejumlah besar ilmu pengetahuan telah menjelaskan tentang pernyataan Rasul dalam hadits sebelumnya:“ … dan singkirkan ruginya. ”yang berarti bahwa rambut yang baru anak yang lahir harus dicukur.

Ibn al-Jozee menyatakan dalam bukunya Kashul-Mushkil … (2392): … Sementara yang lain (yaitu dari orang-orang yang berilmu) mengatakan: “Sungguh rambut ini berbahaya karena darah rahim melekat padanya . ”Oleh karena itu, hadits sebelumnya adalah bukti kuat bahwa baik bayi perempuan dan laki-laki akan dicukur kepalanya setelah lahir.

Ini karena darah dari rahim ibu yang melekat pada rambut bayi yang baru lahir itu datang bersama setiap anak yang dilahirkan, baik itu anak laki-laki. Para ulama yang tidak membedakan antara anak laki-laki dan perempuan yang baru lahir sehubungan dengan pencukuran kepala adalah Shaf’iyah dan Malikiyah.16 Al-‘Aynee menyatakan dalam bukunya ‘Umdatul Qare bahwa bahkan beberapa dari Hanabilah telah mengambil ini posisi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *